Cara Merawat Genteng Tanah Liat agar Tidak Cepat Retak
Genteng tanah liat telah lama menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk melindungi rumah dari panas dan hujan. Selain tampilannya yang klasik dan alami, material ini dikenal mampu menjaga suhu ruangan tetap sejuk. Namun, di balik keunggulannya, genteng tanah liat memiliki karakter yang cukup rentan terhadap retak jika tidak dirawat dengan baik.
Retaknya genteng bukan hanya mengganggu estetika atap, tetapi juga berpotensi menyebabkan kebocoran dan kerusakan pada plafon maupun struktur bangunan. Oleh karena itu, penting bagi pemilik rumah untuk memahami perawatan yang tepat agar atap tetap awet dalam jangka panjang.
Memahami Karakteristik dan Kelebihan Genteng Tanah Liat

Sebelum membahas cara merawatnya, penting untuk memahami karakter dasar genteng tanah liat. Material ini terbuat dari tanah liat alami yang diproses dan dibentuk menjadi lembaran genteng. Karakter alaminya membuat genteng memiliki sejumlah keunggulan sekaligus tantangan tersendiri dalam penggunaannya sebagai penutup atap rumah.
Berikut kelebihan dari genteng tanah liat untuk kebutuhan bangunan.
1. Tahan Panas dan Menjaga Suhu Ruangan
Salah satu karakteristik utama genteng tanah liat adalah kemampuannya menahan panas. Material ini mampu menyerap dan melepaskan panas secara perlahan, sehingga suhu di dalam rumah terasa lebih sejuk dibandingkan atap berbahan metal. Inilah alasan genteng tanah liat banyak digunakan di daerah beriklim tropis.
2. Daya Tahan terhadap Hujan dan Cuaca
Genteng tanah liat memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap hujan deras. Jika dipasang dengan benar dan saling mengunci rapat, air hujan dapat mengalir dengan lancar tanpa mudah merembes. Desain tumpang tindihnya membantu meminimalkan risiko kebocoran.
3. Nilai Estetika yang Natural dan Klasik
Dari sisi tampilan, genteng tanah liat memberikan kesan alami dan tradisional yang khas. Warna kemerahan atau cokelat alaminya mampu memperkuat karakter arsitektur klasik maupun modern tropis.
4. Sifat Getas dan Bobot yang Berat
Meski memiliki banyak kelebihan, genteng tanah liat bersifat getas dan mudah retak jika terkena tekanan berlebih. Material ini tidak seelastis logam, sehingga benturan keras atau perubahan suhu ekstrem dapat memicu keretakan. Selain itu, bobotnya yang cukup berat menuntut struktur rangka atap yang kuat dan stabil.
Penyebab Utama Genteng Tanah Liat Mudah Retak

1. Perubahan Suhu yang Ekstrem
Perbedaan suhu drastis antara siang dan malam menyebabkan proses pemuaian dan penyusutan berulang pada genteng. Pada siang hari genteng memuai karena panas, lalu menyusut saat suhu turun. Jika terjadi terus-menerus, struktur genteng dapat melemah dan muncul retakan halus yang lama-kelamaan membesar hingga berpotensi menyebabkan kebocoran.
2. Kesalahan dalam Pemasangan
Pemasangan yang tidak sejajar, terlalu ditekan, atau tidak mengikuti pola penguncian yang benar dapat menimbulkan tekanan tidak merata. Rangka atap yang tidak rata atau jarak reng yang tidak sesuai standar juga dapat menambah beban pada titik tertentu, sehingga genteng lebih mudah retak saat terkena angin atau hujan deras.
3. Beban Berlebih di Atas Atap
Berjalan di atas genteng tanpa teknik yang benar sering menyebabkan keretakan. Genteng tanah liat tidak dirancang menahan beban titik besar, terutama di bagian tengahnya. Tekanan berlebih dapat menimbulkan retakan kecil yang perlahan melebar akibat perubahan cuaca dan getaran.
4. Pertumbuhan Lumut dan Jamur
Lumut dan jamur menyerap air dan membuat permukaan genteng tetap lembap. Kondisi lembap yang berlangsung lama dapat mempercepat pelapukan material dan memicu retakan kecil yang semakin membesar.
5. Faktor Usia dan Paparan Lingkungan
Seiring waktu, kekuatan tanah liat akan menurun secara alami. Paparan hujan asam, debu, polusi, dan angin kencang mempercepat proses pelapukan sehingga genteng menjadi lebih rapuh dan mudah retak.
6. Kualitas Produk yang Kurang Baik
Genteng dengan kualitas rendah atau pembakaran tidak sempurna biasanya memiliki kepadatan kurang optimal. Material yang kurang padat lebih mudah menyerap air dan lebih cepat retak, meskipun sudah dirawat dengan baik.
Tips Merawat Genteng Tanah Liat agar Tidak Mudah Retak

1. Lakukan Inspeksi Berkala
Periksa kondisi atap setidaknya dua kali setahun, terutama setelah musim hujan dan musim kemarau panjang. Perhatikan adanya retakan kecil, genteng bergeser, bagian yang mulai lapuk, atau tanda-tanda kebocoran seperti noda air pada plafon. Inspeksi rutin membantu mendeteksi masalah sejak dini sebelum berkembang menjadi kerusakan besar yang membutuhkan biaya perbaikan lebih mahal.
2. Bersihkan Lumut dan Kotoran
Gunakan sikat berbulu lembut atau semprotan air bertekanan rendah untuk membersihkan permukaan genteng dari lumut, daun kering, dan debu yang menumpuk. Penumpukan kotoran dapat menahan air dan meningkatkan kelembapan, yang pada akhirnya mempercepat pelapukan material. Hindari penggunaan alat tajam atau tekanan air tinggi karena dapat mengikis permukaan genteng dan memperbesar retakan kecil yang tidak terlihat.
3. Gunakan Teknik Aman Saat Naik ke Atap
Saat perlu melakukan perawatan langsung di atas atap, perhatikan cara berpijak. Berjalanlah pada bagian bawah genteng yang tepat berada di atas reng atau rangka penopang, bukan di bagian tengah genteng. Bagian tengah lebih rentan retak karena tidak memiliki penyangga langsung. Gunakan alas kaki berbahan lunak dan tidak licin untuk mengurangi tekanan serta mencegah tergelincir. Hindari melompat atau memberi beban mendadak pada satu titik.
4. Pastikan Sistem Drainase Lancar
Talang air dan saluran pembuangan harus dibersihkan secara rutin agar tidak tersumbat oleh daun atau sampah. Talang yang tersumbat dapat menyebabkan air menggenang di area tertentu dan meningkatkan kelembapan pada permukaan genteng. Air yang tertahan terlalu lama dapat meresap ke pori-pori tanah liat dan mempercepat kerusakan. Pastikan kemiringan atap juga cukup untuk mendukung aliran air yang lancar.
5. Periksa Kondisi Rangka Atap
Rangka atap yang melengkung, lapuk, atau bergeser dapat menyebabkan posisi genteng tidak stabil. Tekanan yang tidak merata akibat rangka yang bermasalah bisa memicu retakan pada genteng. Lakukan pemeriksaan rangka secara berkala, terutama jika rumah sudah berusia cukup lama. Jika ditemukan kayu yang lapuk atau baja ringan yang kendur, segera lakukan perbaikan agar tidak berdampak pada susunan genteng di atasnya.
6. Ganti Genteng Retak Sesegera Mungkin
Jangan menunda penggantian genteng yang sudah retak, meskipun retakannya terlihat kecil. Selain berisiko menyebabkan kebocoran, genteng retak juga dapat memengaruhi kestabilan genteng di sekitarnya karena sistem saling mengunci menjadi terganggu. Mengganti satu atau dua genteng jauh lebih hemat dibandingkan memperbaiki kerusakan plafon atau struktur akibat kebocoran berkepanjangan.
Panduan Mengurangi Risiko Kerusakan Genteng Tanah Liat dalam Jangka Panjang
Selain perawatan rutin, ada beberapa langkah preventif yang bisa diterapkan untuk meminimalkan risiko kerusakan dalam jangka panjang.
1. Pilih Genteng Berkualitas Sejak Awal
Genteng dengan kepadatan baik dan pembakaran sempurna lebih tahan terhadap perubahan cuaca dan tekanan. Material yang diproduksi dengan standar kualitas tinggi umumnya memiliki struktur lebih solid sehingga tidak mudah menyerap air dan lebih awet dalam penggunaan jangka panjang.
2. Gunakan Tenaga Profesional untuk Pemasangan
Pemasangan yang presisi memastikan genteng saling mengunci dengan benar dan tidak menimbulkan celah atau tekanan berlebih. Kemiringan atap juga harus sesuai standar agar air hujan mengalir optimal. Tenaga profesional biasanya memahami jarak reng yang tepat serta teknik pemasangan yang dapat meminimalkan risiko retak sejak awal.
3. Gunakan Lapisan Pelindung Tambahan
Coating khusus genteng dapat membantu mengurangi penyerapan air dan melindungi permukaan dari lumut serta paparan sinar UV. Lapisan pelindung ini juga dapat memperpanjang usia pakai genteng dengan menjaga permukaannya tetap kuat dan tidak mudah terkelupas.
4. Hindari Aktivitas Tidak Perlu di Atas Atap
Minimalkan aktivitas di atas genteng. Jika diperlukan, pastikan dilakukan dengan teknik aman agar tidak merusak permukaan. Mengurangi beban dan tekanan langsung pada genteng akan membantu menjaga struktur tetap utuh dalam jangka waktu lama.
5. Lakukan Perawatan Menyeluruh Secara Berkala
Pemeriksaan talang, nok atap, dan sambungan setiap beberapa tahun membantu mencegah kerusakan besar. Perawatan preventif jauh lebih hemat dibandingkan perbaikan total. Dengan perawatan menyeluruh, potensi masalah kecil dapat diatasi lebih awal sebelum berkembang menjadi kerusakan struktural yang serius.
Kebutuhan atap hunian yang nyaman didukung dari pilihan atap terbaik dan juga instalasi pemasangan yang tepat. Oleh karena itu, jika butuh informasi terkait produk atau jasa pemasangan atap bisa menghubungi WhatsApp berikut.